Skip to content

Obama “Menyerah”

Januari 25, 2010

Pengakuan Presiden AS Barack Obama pada wawancara dengan majalah Time edisi pekan ini tentang ketidakmampuannya menyelesaikan konflik Israel-Palestina mengundang perhatian besar di Timur Tengah sekaliguskritik terhadap Presiden AS itu.

Obama mengatakan tidak menyadari betapa sulitnya mencapai solusi atas konflik di Timur Tengah. Dia mengaku terlalu berlebihan menilai serta menganggap bahwa konflik tersebut bisa diselesaikan segera.

Obama mengatakan, kegagalan mencapai terobosan proses perdamaian di Timur Tengah itu terletak pada kondisi politik dunia Arab, internal Palestina dan Israel. Menurut Obama, Presiden Palestina Mahmoud Abbas menghadapi tantangan internal dari Hamas yang menolak berdamai dengan Israel. Hamas juga menentang kebijakan politik Abbas yang menolak jalan militer melawan Israel.

Adapun Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, kata Obama, juga mengalami keterbatasan gerak akibat terbelenggunya politik dari mitranya di dalam koalisi dari kubu radikal kanan. Kubu ini menolak memberi konsesi untuk menggerakkan perdamaian.

Wawancara Obama itu dipublikasikan saat utusan khususnya untuk Timur Tengah, George Mitchell, mengalami kesulitan mendorong Israel dan Palestina kembali berunding.

Pertemuan pertama Mitchell dengan Netanyahu, Kamis lalu, dan Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas hari Jumat, gagal membawa Netanyahu dan Abbas berunding kembali.

Harian terkemuka Mesir Al Ahram, Minggu, menurunkan editorial tentang pengakuan kegagalan Obama tersebut. Menurut Al Ahram, sejak masa kampanye pemilihan presiden AS, Obama menjadi harapan dunia Arab karena tema kampanyenya yang menjanjikan perubahan.

”Ketika berhasil terpilih sebagai presiden, Obama saat itu langsung menelepon sejumlah pemimpin Timur Tengah, seperti Presiden Mesir Hosni Mubarak, Presiden Palestina Mahmoud Abbas, dan Raja Abdullah II dari Yordania,” tulis Al Ahram.

Nihil

Beberapa hari kemudian, Obama menunjuk George Mitchell sebagai utusan khusus untuk Timur Tengah. Sepekan setelah itu, Mitchell langsung mengunjungi Israel dan Palestina untuk menggalang kembali perundingan yang macet sejak Desember 2008.

”Setahun berlalu, perundingan damai Israel-Palestina belum juga dimulai. Janji Obama pada awal masa pemerintahannya nihil pula,” tutur Al Ahram.

Harian Al Hayat menyebut pengakuan Obama itu ibarat dokter yang cuci tangan dari pasien karena gagal mendeteksi penyakit. Obama dikritik karena menyalahkan lingkungan politik dunia Arab sebagai penyebab.

Menurut Al Hayat, dunia Arab sejak lama telah menciptakan kondisi kondusif bagi perdamaian adil dan menyeluruh dengan menawarkan inisiatif damai Arab pada pertemuan Liga Arab di Beirut tahun 2002.

Inisiatif damai itu menegaskan kesediaan Arab menjalin hubungan diplomasi secara kolektif dengan Israel. Imbalannya, Israel mundur dari seluruh tanah Arab yang diduduki tahun 1967 dan menyetujui berdirinya negara Palestina di atas tahun 1967 dengan Jerusalem Timur sebagai ibu kota, serta adanya penyelesaian adil atas isu pengungsi Palestina.

Al Hayat menyebut sikap AS kini jauh mundur. Harian itu mengungkapkan, ketika bertemu Abbas, Jumat lalu, Mitchell mengatakan memahami tuntutan Palestina agar Israel membekukan pembangunan permukiman Yahudi. Namun, tuntutan itu tidak realistis di tengah berkuasanya kubu kanan di Israel.

Mitchell menyampaikan, AS tidak bisa menekan Israel agar memberi konsesi selama proses perdamaian masih beku. Ia meminta Palestina memulai perundingan dan membahas semua tuntutan Palestina dalam forum perundingan. Mitchell memperingatkan Palestina tak akan menemukan peluang yang lebih baik dari era pemerintah Obama, yang sangat menaruh perhatian pada isu Timteng.

Gimana sih Pak……Katanya Mau menyelesaikan Konflik Timur Tengah………😦

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: