Skip to content

Bunyi

Maret 22, 2010

Heheehehehehe…….Tumben yaa……saya nulis postingan kayak gini……….Sebenernya ini ga bisa dibilang nulis……soalnya copy+paste dari hasil presentasiku di sekolah…………Tapi Bab bunyi dulu ga apa khan………….Getaran n’ Gelombangnya nyusul………gapapa khan……… INI ISINYA: ENG ING ENG (TULISAN SEMUA GAPAPA KHAN????)

•Bunyi atau suara adalah kompresi mekanikal atau gelombang longitudinal yang merambat melalui medium. Medium atau zat perantara ini dapat berupa zat cair, padat, gas. Jadi, gelombang bunyi dapat merambat misalnya di dalam air, batu bara, atau udara.

•Kebanyakan suara adalah merupakan gabungan berbagai sinyal, tetapi suara murni secara teoritis dapat dijelaskan dengan kecepatan osilasi ataufrekuensi yang diukur dalam Hertz(Hz) dan amplitudo atau kenyaringan bunyi dengan pengukuran dalam desibel.

•Manusia mendengar bunyi saat gelombang bunyi, yaitu getaran di udara atau medium lain, sampai ke gendang telinga manusia. Batas frekuensi bunyi yang dapat didengar oleh telinga manusia kira-kira dari 20 Hz sampai 20 kHz pada amplitudo umum dengan berbagai variasi dalam kurva responsnya. Suara di atas 20 kHz disebut ultrasonik dan di bawah 20 Hz disebut infrasonik.

Manusia hanya bisa mendengar suara dalam lingkup audiosonik yaitu antara 20Hz sampai dengan 20KHz. Tetapi,kebanyakan manusia semakin tua, jangkauan frekuensi pendengaran menjadi berkurang.Kira2 20% penduduk dunia menderita cacat pendengaran yang disebabkan faktor usia,Infeksi dalam telinga,atau kerusakan karena suara yang sangat keras. Yang rusak adalah cochlea (Gambarnya cari sendiri yaaaaa….hehehehe, males ngasi gambar )

Bunyi dikumpulkan oleh telinga luar yang selanjutnya menggetarkan Gendang telinga. Yang lalu dilewatkan melalui tingkap oval melalui tiga buah tulang kecil, yaitu tulang martil,landasan,dan sanggurdi. Bagian2 tersebut berfungsi sebagai penguat (amplifier) tekanan bunyi yang diperbesar menjadi 60 kali.Tekanan bunyi tersebut diteruskan melalui cairan dalam cochlea.Getaran dalam cochlea menyebabkan beribu-ribu saraf mengirim isyarat ke Otak kita.Otak kitalah yang membedakan berbagai macam bunyi.

Kembali lagi ke Infrasonik,Audiosonik,dan Ultrasonik.Ada Beberapa hewan yang dapat mendengar bunyi Infrasonik dan Ultrasonik.Contoh: Jangkrik dan Anjing. Jangkrik dapat mendengar bunyi Infrasonik,sedangkan Anjing dapat mendengar Infrasonik,Audiosonik,dan Ultrasonik, karena Itulah Anjing disebut sebagai hewan yang pendengarannya tajam dan dijadikan penjaga rumah.Selain itu Juga ada kelelawar yang dapat mendengar Infrasonik dan Memancarkan Ultrasonik. Pancaran Ultrasonik kelelawar seperti Sonar pada kapal. Pancaran ini menyebabkan kelelawar dapat melihat dalam kegelapan walaupun penglihatan kelelawar sangatlah buruk.

ada dua jenis bunyi,yaitu desah dan nada.Desah adalah bunyi yang frekuensinya tidak teratur seperti bunyi angin, bunyi gemuruh ombak.Bunyi yang di hasilkan alat musik selalu menghasilkan jumlah getaran yang sama dalam tiap satuan waktu.Bunyi tersebut disebut nada. Sedangkan Frekuensi adalah banyaknya getaran yang dibuat dalam satu sekon (getaran sempurna). Satuannya adalah Hertz (Hz) yang sudah dipelajarai di bab Sebelumnya. Makin tinggi frekuensi sumber bunyi,makin tinggi nadanya.

OH iya, di layar Osiloskop keliatan…….klo nada rendah tu Jarak antara Gelombang-nya Panjang……Ga kaya Nada tinggi yang gelombangnya pendek………di layar Osiloskop nampak, bahwa bunyi nada tinggi memiliki getaran lebih banyak(frekuensi lebih tinggi). Coba lihat persamaan bahwa λ = v/f yang menyatakan panjang gelombang(λ) berbanding terbalik dengan frekuensi.

Bunyi kereta lebih nyaring daripada bunyi bisikan, sebab bunyi kereta menghasilkan getaran lebih besar di udara. Kenyaringan bunyi juga bergantung pada jarak kita ke sumber bunyi. Kenyaringan diukur dalam satuan desibel (dB). Bunyi pesawat jet yang lepas landas mencapai sekitar 120 dB. Sedang bunyi desiran daun sekitar 33 dB.

Kebanyakan suara adalah merupakan gabungan berbagai sinyal, tetapi suara murni secara teoritis dapat dijelaskan dengan kecepatan osilasi atau frekuensi yang diukur dalam Hertz (Hz) dan amplitudo atau kenyaringan bunyi dengan pengukuran dalam desibel.

Kuat bunyi tergantung pada amplitudo, makin kuat atau keras bunyi, makin besar amplitudonya,makin kecil bunyi / suara, makin kecil amplitudonya.

Warna Bunyi atau Timbre dapat membedakan suara. Seperti nada pada gitar di “c” dan nada di seruling di “c” nadanya sama,tetapi suaranya bisa berbeda, suara yang berbeda inilah yang dimaksud dengan warna Bunyi. Dan pada umumnya, sumber nada tidak bergetar pada nada dasar saja,tetapi juga pada nada atas.

HUKUM MARSENNE

•Frekuensi senar bergantung pada panjang senar

•Frekuensi senar bergantung pada luas penampang senar

•Frekuensi senar bergantung pada tegangan senar

•Frekuensi senar bergantung pada massa jenis senar

Apa itu Resonansi? Resonansi adalah ikut bergetarnya suatu benda ketika benda lain digetarkan. Contoh seperti resonansi yang dihasilkan angin seperti yang terjadi pada Jembatan Selat Tacoma. Prosesnya adalah frekuensi datangnya angin yang menyebabkan Jembatan beresonansi.Ini disebabkan frekuensi yang dibuat angin sama dengan frekuensi alami Jembatan.

Manfaat Resonansi ini bisa dirasakan oleh telinga kita, di dalam tenlinga ada selaput gendang telinga yang mudah beresonansi.Ketika udara sekitar bergetar, selaput tersebut ikut bergetar,ini yang menyebabkan suara terdengar nyaring.

SEKIAN DULU YA…………YG BUNYI PANTUL TOLONG CARI SENDIRI. KARENA, PUNYA SAYA TIDAK LENGKAP, UDAH MALEM PAS NGERJAIN PRESENTASI. HAHAHAHA

About these ads
2 Komentar leave one →
  1. Maret 23, 2010 2:13 pm

    aduhh dam … aku punya saran .. dikasi Readmore … dong .. biara kaga mual

  2. ikram permalink
    Mei 2, 2010 4:47 am

    kog gk lengkap hukum marsenne.a?

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: